Menyadap Presiden selaku kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, mustahil bukan untuk tujuan makar. Hal itu, sudah penulis tegaskan saat diskusi di program Interupsi (Inews TV, 5 November 2026).
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, viral di media sosial yang menyebut bahwa Mendagri Tito Karnavian dan mantan Kapolri Idham Azis ditangkap dan jadi tersangka baru dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menyusul kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi Polri, DPR RI mempertimbangkan untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyadapan.
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto buka suara merespons soal isu dugaan pemeriksaan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya yang dikabarkan sedang menjalani pemeriksaan di Polisi Militer (POM) TNI.
Pengamat Politik yang juga merupakan Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa) mengaku curiga ada strategi politik di balik keputusan Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan ijazahnya secara terbuka di persidangan.
Picu Peran Jokowi di Istana, Seskab Teddy Disebut Diganti Kapten Dali
Law Firm, Roy Tumpal Pakpahan & Partners
Ada yang `Bintang Empat`, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan
Said Didu: Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Terbukti
Ketika Joko Widodo Disebut Tengah Panik
Listyo Disebut Bentuk Ormas Beranggotakan Para Mantan Napi Teroris
Gibran Diultimatum Segera Mengundurkan Diri dalam Waktu 3x24 Jam
Kuasa Hukum: Ahrie Sonta Siap Buka soal Kasus Penyadapan Prabowo
Polri: Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan
Polri Didesak Periksa Jokowi dalam Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo