Payung Hitam yang Tak Pernah Menyerah, Menuntut Keadilan bagi Korban
Selama hampir dua dekade, setiap Kamis sore, Maria Katarina Sumarsih tak pernah berhenti berdiri di depan Istana. Kehilangan putranya dalam Tragedi Semanggi I menjelma menjadi perjuangan panjang menolak lupa dan menuntut negara mengadili pelanggaran HAM berat.