United Tractors Akusisi Tambang Emas Martabe Senilai US$917,9 Juta

Jumat, 10 Agustus 2018 09:23 WIB
United Tractors Akusisi Tambang Emas Martabe Senilai US$917,9 Juta

Tambas Emas Martabe di Sumatera Utara (foto: eksplorasi)

Anak usaha PT Astra Internasional yang bergerak di bidang alat berat dan penambangan batubara PT United Tractors (UNTR) mengakuisi tambang emas Martabe di Sumatera Utara. Melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara, United Tractors akan membeli 95% saham PT Agincourt Resources, pemilik tambang emas tersebut. Nilai transaksinya mencapai US$917,9 yang dihitung berdasarkan nilai perusahaan alias enterprise value sebesar US$ 1,2 miliar.

Baca juga : Perusahaan Cina Berniat Akuisisi Tambang Emas Martabe

Danusa adalah perusahaan yang 60% sahamnya dimiliki oleh UNTR, sedangkan 40% sisanya dipegang oleh anak usahanya yang bernama PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Sebagai bagian dari transaksi, United Tractors dan Pama Persada Nusantara akan memberi pinjaman kepada Agincourt maksimum sebesar US$ 325 juta. Dana tersebut akan digunakan Agincourt untuk membayar pinjaman perusahaan (refinancing).

Presiden Direktur United Tractors Gidion Hasan mengungkapkan, tujuan akuisisi ini ialah membuat UNTR memiliki portofolio bisnis yang lebih berimbang. Jadi, perusahaan tidak hanya bergantung terhadap bisnis thermal coal.

"Salah satu strategic intention kami dari akuisisi ini adalah memberikan grup UNTR portofolio yang lebih berimbang, tidak hanya bergantung kepada batu bara thermal," tuturnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Kamis (9/8).

Akuisisi ini akan dibiayai oleh dana internal UNTR dan pinjaman bank. Sayangnya, perusahaan belum mau mengungkapkan berapa porsi pinjaman yang akan dibutuhkan untuk akuisisi tersebut.

Pasca akusisi, 95% saham Agincourt akan dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara dan 5% sisanya dimiliki PT Artha Nugraha Agung.

Sementara itu di Medan, manajemen Tambang Emas Martabe memastikan saham pemerintah lokal sebesar lima persen di perusahaan itu tidak berubah pascaakuisisi.

“Yah benar ada akuisisi.Tapi saham pemerintah tidak berubah,"ujar Senior Manager Corporate Communication PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono yang dihubungi Antara melalui telepon dari Medan, Kamis (9/8).

Alasan dia, karena yang diakuisisi adalah saham Agincourt yang sebanyak 95 persen.

Perjanjiaan pengambilalihan yang ditandatangani pada Rabu (8/8) ini mencakup dua transaksi. Pertama, pengambilan 95% saham Agincourt Resources Pte. Ltd milik PT Agincourt Resources senilai US$917,9 juta. Kedua, pemberian pinjaman dari UNTR dan PAMA kepada Agincourt sebesar US$325 juta.

(Rin Hindryati\Rin Hindryati)
Share:


Berita Terkait

Komentar