Tiongkok Robohkan Galeri Seni Milik Aktivis Pro-Demokrasi, Ai Weiwei

Minggu, 05 Agustus 2018 22:02 WIB
Tiongkok Robohkan Galeri Seni Milik Aktivis Pro-Demokrasi,  Ai Weiwei

Tembok galeri seni milik seniman Ai Weiwei yang roboh saat penghancuran bangunan dilakukan oleh pemerintah Tiongkok (AP).

Pemerintah Tiongkok dikabarkan telah  merobohkan studio Left and Right milik seniman pro-demokrasi, Ai Weiwei, Jumat (3/8).  Ia mengaku  tak pernah diberitahu ihwal keputusan itu. Namun banyak pihak yang menduga  keputusan itu diambil karena pertimbangan politik karena ia dikenal sebagai pengkritik keras  pemerintah.

Baca juga : Megawati: Diplomasi Ekonomi Tiongkok Bangun Perdamaian Dunia

Dalam serangkaian foto yang diunggah Ai dalam akun instagramnya tergambar terlihat jelas bagaimana galeri seni yang terletak di Beijing  itu dirobohkan. Terkait dengan tindakan itu, ia tak bisa berbuat apa-apa dan hanya mengucapkan perpisahan pada gedung yang digunakannya sejak 2006 itu.  

Tindakan semacam ini bukan yang pertama. Pasalnya pada 2011, studio Ai di Beijing juga pernah dirobohkan. Serupa dengan kejadian terbaru, galeri seni miliknya itu dirobohkan tanpa peringatan terlebih dahulu dari pemerintah.

Baca juga : Lagu 'Kebyar-kebyar' Iringi Megawati Raih Penghargaan di Tiongkok

Menurut salah seorang asisten Ai, Gang Ra, kontrak bangunan yang dirobohkan itu akan berakhir pada tahun ini.  Namun sampai saat ini, pemindahan galeri ke tempat lain belum mungkin dilakukan karena  sejumlah karya masih dipamerkan di gedung yang dirobohkan itu .

Ia menambahkan, sebenarnya proses pemindahan itu akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Namun perisitiwa perobohan bangunan lebih dahulu terjadi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Walhasil, banyak karya seni berharga  yang rusak dan tak dapat diselamatkan karena peristiwa ini.  

Baca juga : Universitas di Tiongkok Berikan Gelar 'Honoris Causa' ke Megawati

Sebelumnya, Ai pernah bekerjasama dengan pemerintah. Seniman berusia 60 tahun ini merancang stadion Sangkar Burung untuk keperluan Olimpiade 2008 di Beijing. Namun belakangan sikap politiknya yang anti-pemerintah membuat hubungan keduanya pun merenggang.

Putra penyair Tiongkok ternama ini bahkan sempat ditahan beberapa bulan pada 2011. Paspor Ai juga sempat disita. Namun ia masih sempat mengungsi ke Berlin, Jerman pada 2015 untuk menghindari kesewenang-wenangan dan terus menyuarakan kritik terhadap pemerintah Tiongkok. (bbc)

(Teguh Vicky Andrew\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar