The Devil's Advocate, Film Horor Berbalut Hukum

Rabu, 11 Juli 2018 00:30 WIB
The Devil's Advocate, Film Horor Berbalut Hukum

The Devil's Advocate (imdb.com)

Film horor merupakan salah satu jenis film yang menjadi tontonan favorit para pemirsa di dunia. Biasanya ada dua jenis film horor yang biasa kita nikmati. Pertama film yang membuat kita takut dengan mengumbar adegan dengan vulgar, menampilkan kekerasan secara ekspisit, penuh dengan darah, kostum yang menyeramkan, teriakan serta adegan menyeramkan lainnya. Adegan-adegan yang secara kasat mata memang dibuat untuk 'menakutkan'.

Baca juga : Yayan Ruhian-Cecep Arif Berperan di John Wick: Chapter 3

Kedua, film yang menonjolkan kekuatan akting para aktornya dan biasanya justru minim adegan 'menakutkan'. Jenis film ini biasanya yang menurut saya, justru lebih menakutkan. The Devil's Advocate adalah salah satunya.

Film klasik yang dibuat pada tahun 1997 ini dibintangi oleh para aktor watak yang terkenal 'kritis' terhadap film yang akan mereka bintangi dan uang bukan menjadi pertimbangan utama mereka. Para pemeran tersebut adalah Keanu Reeves (Speed, The Matrix Trilogy), Al Pacino (Godfather, Scent of a Woman) dan Charlize theron (The Italian Job, Mad Max Fury Road).

Film ini bercerita tentang seorang advokat muda bernama Kevin Lomax (Keanu reeves) yang hidup dengan sederhana di kota kecil bersama istrinya Mary Ann (Charlize theron). Karir Kevin terbilang sangat bagus, meski tiggal di kota kecil. Sebagai seorang advokat yang perfeksionis, Kevin juga tidak pernah kalah dalam persidangan, kendati klien yang dibelanya salah. 

Melihat reputasi tersebut, sebuah firma terkenal di New York kemudian menawarkan pekerjaan kepada Kevin sebagai mitra. Direktur firma John Milton (Al Pacino) menawarkan fasilitas gaji yang besar dan tempat tinggal untuk Kevin jika bersedia bergabung dengan firma tersebut. Penawaran tersebut akhirnya disetujui Kevin, dan membuatnya pindah ke New York bersama istrinya.

Setelah bergabung, Kevin menangani kasus besar yang membuat dirinya semakin sibuk. Hal tersebut membuat hubungan dengan istrinya menjadi renggang. Mary Ann pun sering mengalami kejadian aneh yakni melihat penampakan setan berwujud manusia di firma tersebut. 

Istri Kevin yang merasa janggal dengan firma tersebut, lantas meminta pindah ke kota asal mereka. Namun, Kevin menolak saran tersebut dan bersikukuh untuk tetap tinggal di New York. 

Film ini kemudian mencapai klimaks saat Mary Ann mengalami luka-luka di gereja sesudah Kevin menjalani persidangan. Mary mengatakan bahwa Milton telah memperkosa dan memukulinya dengan brutal. 

Kevin menolak untuk percaya karena Milton terus berada di persidangan bersamanya saat itu. Kevin malah mengirim Ann ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan pengobatan. Di rumah sakit jiwa itu, Mary Ann bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya. 

Setelah kejadian tersebut Alice, Ibu Kevin mengakui bahwa Milton adalah ayah kandungnya. Merasa marah dan terluka, Kevin lalu mengkonfrontasi cerita ibunya kepada Milton. Direktur firma itu lantas mengakui perbuatannya kepada Mary Ann, sekaligus mengakui bahwa ia adalah setan.

Film dengan tema horor berbalut hukum ini dengan cerdas menyentil sikap egois manusia yang terkadang mengabaikan kebenaran demi kepentingan diri sendiri. Terutama dialog di akhir film Devil's Advocate yang diucapkan Milton (Al Pacino) yang disampaikan kepada Kevin menjadi kalimat yang sulit untuk dilupakan.

"Aku hanya menunjukkan jalannya dan kamu bebas untuk pergi kapanpun. Namun pada akhirnya kamu tetap memilih untuk tinggal."

 

A Salim Said Balweel

(Tim Liputan News\Sasmito Madrim)
Share:


Berita Terkait

Komentar