Terus Ada Teror, IHSG dan Rupiah Melemah

Rabu, 16 Mei 2018 22:04 WIB
Terus Ada Teror, IHSG dan Rupiah Melemah

Ilustrasi Bursa Saham (Ist)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 1 persen di akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (16/5/2018). Selain pelemahan IHSG, rupiah pun semakin terdepresiasi. IHSG terpantau melemah 1,34 persen atau 78,11 poin ke level 5.760 pada akhir sesi I, setelah dibuka melemah 0,98 persen atau 57,24 poin di level 5.780.

Baca juga : Indeks Harga Saham Gabungan Kembali Melemah

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.743,33 – 5.821,08. Sebanyak 120 saham menguat, 214 saham melemah, dan 247 saham stagnan dari 581 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan sebesar 71 poin atau 0,51 persen ke level Rp 14.108 per dolar AS pada pukul 11.25 WIB, setelah ditutup melemah 64 poin atau 0,46 persen di Rp 14.037 per dolar AS pada perdagangan Selasa (15/5/2018).

Baca juga : Panas Membara, IHSG Masih di Zona Merah

Penurunan ini disebut-sebut terjadi setelah adanya kabar penyerangan yang dilakukan oleh para teroris di Mapolda Riau.

Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota polisi yang sedang berjaga-jaga yakni Ipda Auzhar gugur setelah ditabrak mobil Avanza yang dikendarai terduga teroris.

Baca juga : IHSG Ditutup Melemah Kamis Sore

Direktur Penilaian Perusahaan BEI,  Samsul Hidayat menuturkan, kejadian tersebut dapat menggerus kepercayaan investor.

Pasalnya, selain sudah banyaknya sentimen negatif mempengaruhi pergerakan harga saham, aksi teror semakin menambah kekhawatiran psikologi investor.

“Ini kan persepsi saya bilang. Jadi semakin banyak gangguan keamanan yang terjadi. Maka persepsi atas keamanan di negara kita semakin menurun. Persepsi itu mempengaruhi keputusan si investor," kata Samsul di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018) seperti dikutip Antara.

Menurut Samsul, aksi jual terjadi di pasar saham setelah adanya aksi teror. Namun jumlahnya tidak terlalu signifikan bila dibanding sejak awal tahun. “Kalau merasa lihat pertumbuhan makro (baik), tapi dipengaruhi keamanan. Ini ambil keputusan jual lebih dahulu, tapi jangan lihat hari per hari, year to date market turun 7 sampai 8 persen nggak sebesar yang dibayangkan," katanya.

 

(Warta Wartawati\Editor)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan Kembali Melemah

Panas Membara, IHSG Masih di Zona Merah

IHSG Ditutup Melemah Kamis Sore

Komentar