Festival Blora: Perhelatan Mengenang Sastrawan Pram

Rabu, 12 September 2018 16:28 WIB

Salah satu lokasi acara inti adalah rumah masa kecil Pramoedya yang berada di Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora Kota. Di sana akan diselenggarakan pameran memorabilia ‘Cerita dari Blora’, talkshow Pram dan Sastra, serta bedah buku ‘Cerita dari Blora’.


Kontroversi ‘Bumi Manusia’ Garapan Hanung Bramantyo

Jumat, 29 Juni 2018 15:00 WIB

“Oh iya, itu kesalahan dia. Kan Mas Hanung sendiri sudah ‘disiksa’ sama orang-orang. Dia itu berani membuat film, menjadi sutradara Bumi Manusia. Filmnya belum jadi aja dia sudah dimaki-maki orang. Tapi dia jalan terus. Keberanian dia miliki," kata Astuti Ananta Toer.


Membumikan "Bumi Manusia" di Era Milenial

Senin, 04 Juni 2018 21:39 WIB

Mendadak Bumi Manusia menjadi 'hits'. Kedahsyatannya yang dulu di masa Orde Baru diberangus, kini diminati generasi milenial. Di balik perbebatan pembuatan filmnya, adakah hal penting lainnya?


Rahasia Pram sehingga Tetap Tegak di ‘Zaman Now’

Selasa, 01 Mei 2018 14:03 WIB

Adapun Pram, selama menjalani hukuman [Agustus 1969-21 Desember 1979] di tempat pembuangan yang dirancang rezim Orde Baru menjadi semacam Gulag yang di Russia,  ia tidak takhuk apalagi tumpas.  Sebelumnya, saat 4 tahun mendekam di Pulau Nusakambangan pun demikian. Dengan bergerilya, ia, dibantu oleh kawan-kawan sesama tapol, tetap menjalani  apa yang disebutnya ‘tugas nasional dirinya sebagai pengarang.’


Sosok Perempuan Indonesia yang Dibayangkan Pramoedya dan Realitasnya Kini

Jumat, 27 April 2018 08:14 WIB

Novelis terbesar Indonesia Pramoedya Ananta Toer menempatkan perempuan pada posisi paling terhormat. Itu nyata dalam penokohan di sejumlah karyanya. Pram, demikian ia akrab disapa, menciptakan karakter perempuan yang tegar, berani, tidak cengeng, dan mandiri, dalam Panggil Aku Kartini Saja, Calon Arang, Bumi Manusia, Larasati, Gadis PantaiArok Dedes, dan Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer, misalnya.