Sebanyak 1 Dari 3 Orang Australia Terancam Wabah Listeria

Kamis, 08 November 2018 17:38 WIB
Sebanyak 1 Dari 3 Orang Australia Terancam Wabah Listeria

Kota Canberra, Australia (Foto: Wikipedia)

Satu dari 3 rumah tangga di Australia terancam wabah listeria, yang berpotensi mematikan, demikian temuan satu penelitian (8/11).

Dewan Informasi Keselamatan Pangan (FSIC) pada Kamis menyiarkan satu studi yang dilakukan oleh perusahaan terkemuka peneliti pasar Omnipoll mengatakan 33 persen warga Australia terancam resiko terserang infeksi listeria atau hidup bersama seseorang yang terinfeksi.

Listeria adalah infeksi bakteri akibat keracunan makanan. Infeksi ini tidak berbahaya pada individu yang sehat, namun bisa berbahaya pada wanita hamil, lansia, dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Pantai timur Australia dilanda wabah listeria pada Maret 2018, sehingga mengakibatkan kematian tujuah dan satu keguguran, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang. Wabah itu berkaitan dengan rock melon yang tumbuh di satu pertanian di bagian selatan New South Wales.

"Ini adalah pengingat tepat waktu bahwa makanan yang beracun bukan cuma gangguan kecil perut tapi itu itu mesti diperhatikan secara sungguh-sungguh sebab itu bisa mematikan," kata pemimpin FSIC Rachelle Williams di dalam pernyataan pers pada Kamis.

"Wabah listeria yang berkaitan dengan rock melon Australia pada awal tahun ini mengakibatkan tujuh kematian tragis dan satu keguguran," katanya.

"Ini diikuti oleh penarikan sayuran bekum impor yang berkaitan dengan 47 kasus listeriosis dan sembilan kematian di Eropa dan satu kematian di Australia," ia menambahkan.

Orang tua, perempuan hamil, penerima cangkok organ dan mereka yang memiliki sismte kekebalan tubuh yang lemah akibat pengobatan atau penyakit kronis menghadapi peningkatan ancaman terserang, dan meninggal akibat, listeriosis.

FSIC menyatakan bahwa keju lunak, sayuran dan buah kemasan serta hidangan laut mentah adalah makanan yang paling mungkin mengandung bakteri listeria.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, studi itu disiarkan sebelum Australian Food Safety Week FSIC, yang akan berlangsung 10-17 November.

Baca juga : Mahasiswa UGM Arungi Sungai Franklin di Australia

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar