Publik Minta Polri Objektif Tangani Kasus Bahar Bin Smith

Kamis, 06 Desember 2018 20:03 WIB
Publik Minta Polri Objektif Tangani Kasus Bahar Bin Smith

Bahar bin Smith (foto: Pojoksatu)

Masyarakat meminta Kepolisian RI agar objektif dalam menangani kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo, yang dilakukan oleh Bahar bin Smith. Pasalnya, Bahar dianggap sebagai tokoh agama yang memiliki masa pendukung cukup banyak.

Baca juga : Kesaksian Karyawan Minimarket Soal Pembakaran Polsek Ciracas

"Polri harus tetap objektif dan profesional. Publik ingin melihat sikap tegas Polri dalam menghadapi tekanan masa dalam pemeriksaan Bahar bin Smith," kata Petrus Selestinus melalui keterangan persnya, Kamis (6/12/2018).

Koordinator Tim Pembela Demokrasi (TPDI) ini mengatakan, sebesar apapun tekanan pengikut dan pendukung Bahar bin Smith, Polri tidak boleh terpengaruh. Dia berharap intervensi dari pihak lain tidak menjadi penghalang Polri untuk menuntaskan kasus yang menempatkan Bahar sebagai terlapor.

Baca juga : Polisi Siap Jawab Temuan Ombudsman Terkait Kasus Novel Baswedan

"Oleh karena itu jika hasil pemeriksaan penyidik terhadap Bahar bin Smith hari ini sudah memiliki sekurang-kurangnya dua alat bukti dan sudah terpenuhi dan unsur-unsur pidananya, penyidik harus segera memberinya status tersangka dan melakukan penahanan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab penyidik yang dijamin di dalam KUHAP," ujarnya.

Petrus menegaskan, Bareskrim tidak boleh melahirkan budaya hukum baru dalam penegakan hukum dengan bersikap lunak atau mengalah terhadap tekanan masa. Polri katanya, tidak boleh mengorbankan tuntutan rasa keadilan publik dalam kasus-kasus tertentu termasuk kasus ujaran kebencian yang disangkakan kepada Bahar bin Smith. 

Baca juga : Tim Densus 88 Tangkap 1 Orang Terkait Terorisme di Sleman

"Jika kondisi yang diciptakan oleh sekelompok orang memberikan tekanan untuk mengawal proses hukum atas nama Bahar bin Smith, dan Polri bersikap lunak maka wibawa hukum, wibawa institusi Polri dan wibawa negara hukum kita akan tercoreng untuk kesekian kalinya," tambah Petrus. Apalagi menurutnya, ancaman penjara yang akan dijalani Bahar karena kasus ini lebih dari lima tahun.

Bahar dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Jokowi Mania, karena saat ceramah dinilai telah menyampaikan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi. Pada hari ini, Bahar menjalani pemeriksaan perdana sebagai saksi terlapor. Ia tidak datang pada saat pemanggilan pertama. 

(Nikolaus Tolen\Reko Alum)
Share:


Berita Terkait

Komentar