Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno

Kamis, 09 Agustus 2018 16:14 WIB
Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno

Penulis : Radhar Tribaskoro - Caleg Partai Gerindra (foto : wartabandung.com)

Menurut saya Prabowo Subianto (PS) telah gagal mengakomodasi spirit perjuangan karena memilih Sandiaga Salahudin Uno (SSU) sebagai cawapres. Kegagalan yang saya maksud adalah kegagalan dalam pilpres maupun pileg.

Baca juga : Empat Karakter Generasi Milenial dalam Pilpres 2019

Daripada Sandi saya pikir peluang menang akan lebih baik bila PS pilih Aher, walau Aher tidak punya janji tambahan uang. Mengapa? Maaf sebelumnya kepada Sandi. Profil Sandi adalah profil orang kaya sekuler. Profil ini mirip sekali dengan Prabowo. Sementara apa yang dibutuhkan publik adalah perang melawan ketimpangan ekonomi yang dihadapi oleh orang miskin dan ketimpangan politik yang dihadapi orang muslim kebanyakan (bukan muslim elit yang bersedia menjadi komprador). Profil Prabowo Sandi tidak mewakili massa rakyat yang saat ini mendambakan perubahan.

Profil Prabowo dan Sandi bahkan bertentangan dengan massa besar rakyat yang menghendaki perubahan saat ini. Bila ingin berhasil dalam pilpres maupun pileg, semangat perubahan itu harus melekat pada diri capres/cawapres. Kalau Prabowo berhasil menangkap mandat langit atau semangat perubahan itu maka saya pastikan Gerindra dan sekutunya akan sukses dalam pileg.

Baca juga : Kasus Perusakan Atribut Partai Demokrat, PDIP Klarifikasi

Mandat langit atau semangat perubahan ini yang menyebabkan PKS melejit pada pileg 2004 dan SBY memenangkan pilpres 2004.

Seharusnya partai-partai lain juga tidak terlalu berkeras mendukung Jokowi dan Prabowo. Keduanya tidak menggenggam mandat langit.  Mandat langit ini juga dipastikan gagal melekat pada paslon PS-SSU.

Baca juga : Sandiaga Uno Janji Utang Milik Warga Dibayar Tahun 2019

Mandat langit dapat dipahami sebagai suatu energi yang menguasai banyak sekali orang untuk bersatu. Di dalamnya ada rallying issues (isu pemersatu), rallying figures (orang2 pemersatu), dan massa rakyat yang bersedia mengorbankan apa saja (uang, waktu dan tenaga) untuk meraih tujuan bersama.

Seorang pemimpin harusnya peka dengan Mandat Langit ini. Rizal Ramli berhasil mencium Mandat Langit ini sayang ia tidak punya partai dan tidak punya uang.

Mandat Langit bisa melahirkan Poros Ketiga bila Prabowo gagal merengkuhnya. Rizal-Amin, mengapa tidak?

Penulis : Radhar Tribaskoro - Caleg Partai Gerindra

 

(Imam Rusadi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Empat Karakter Generasi Milenial dalam Pilpres 2019

Komentar