Polisi: Hasil Visum Wartawan Yusuf Tak Ada Tanda Memar

Selasa, 12 Juni 2018 17:36 WIB
Polisi: Hasil Visum Wartawan Yusuf Tak Ada Tanda Memar

Ilustrasi jenazah (capitalismisfreedom.com)

Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto mengatakan telah melakukan visum et repertum terhadap jenazah wartawan salah satu media daring, M Yusuf (42) yang meninggal. Menurutnya, visum tersebut disaksikan pihak keluarga dan Kejaksaan. Dari hasil visum, tidak ditemukan ada memar atau kekerasan akibat benda tumpul.

Baca juga : AJI Sesalkan Penerapan Pasal Pidana Kasus Muhammad Yusuf

Berdasarkan riwayat, Yusuf terdiagnosa menderita gagal jantung, asma atau pneumonia, infeksi paru-paru sejak 2015. Dan terakhir dirawat 17 Mei 2018. Kapolres menambahkan, keluarga Yusuf pernah mengajukan penangguhan penahanan ke Polres Kotabaru.

"Namun permintaan tersebut tidak dapat dikabulkan, karena pertimbangan penyidik yang bersangkutan kurang koperatif, misalnya, dua kali dipanggil tidak hadir, Yusuf juga tidak mau menandatangani berkas pemeriksaan. Sehingga penyidik membuat surat penolakan untuk tandatangan," jelas Suhasto dalam jumpa pers di Kotabaru seperti ditulis Antara, Selasa (12/6).

Baca juga : Dewan Pers Minta Kasus Kematian Yusuf Transparan dan Sesuai Hukum

Namun demikian, Suhasto mengatakan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan bersama Polres Kotabaru akan melakukan investigasi terkait meninggalnya Yusuf.

"Investigasi diperlukan salah satunya untuk mencari tahu penyebab kematian Yusuf," tambahnya.

Ia menjelaskan Yusuf kala itu sedang menghadapi proses hukum dengan dakwaan melanggar pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, terkait pemberitaan sebuah perusahaan di media daring. Yusuf meninggal pada Ahad (10/6) sekitar pukul 14.10 WITA.

Yusuf yang diantar petugas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotabaru ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru, setelah diperiksa dinyatakan sudah meninggal oleh pihak rumah sakit.

Menurut laporan dari Lapas, sebelum dibawa ke RSUD Kotabaru, Yusuf mengeluh sesak nafas dan muntah-muntah, dan ada keluar darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Setelah diperiksa oleh pihak rumah sakit, Yusuf sudah meninggal dunia."

Sementara Dokter jaga Unit Gawat Darurat RSUD Kotabaru dr Arul Rahman menambahkan Yusuf diantar oleh petugas dari Lapas Kotabaru.

"Setelah kami terima langsung diperiksa tuan Yusuf sudah tidak ada nafas dan nadi, kami beri bantuan dengan memijat bagian jantung, tetapi tidak ada respon," ungkap dokter jaga dr Arul Rahman.

Menurut Arul, saat itu tubuh korban masih terasa hangat.

(Sasmito Madrim\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar