Peraih Nobel yang Ditolak Israel Kecam Agresi ke Palestina

Kamis, 06 Desember 2018 11:00 WIB
Peraih Nobel yang Ditolak Israel Kecam Agresi ke Palestina

Unjuk rasa warga Palestina di Tepi Barat (Foto: Daily Mail)

George P. Smith, peraih bersama Hadiah Nobel Kimia 2018 mengatakan Israel terus menyerbu wilayah Palestina dalam pelanggaran terhadap hukum internasional. Ia juga menegaskan kegiatan Israel di Jalur Gaza tak bisa diterima.

Baca juga : 6 Warga Israel Terluka Diserang Warga Palestina 

George P. Smith, pensiunan profesor ilmu biologi di University of Missouri-Columbia di AS, berada di Stockholm, Swedia, untuk menghadiri Upacara Penyerahan Hadiah Nobel.

Ia diundang untuk berbicara dalam satu konferensi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Palestina, yang didirikan oleh satu kelompok sivitas akademika di Swedia yang telah mendedikasikan diri mereka pada masalah Palestina.

Baca juga : Palestina Desak PPB Tak Setujui Resolusi AS Soal Hamas

"Rakyat Palestina dan Israel mesti memiliki hak yang sama dan sama-sama hidup di wilayah tersebut dalam bentuk dua negara," kata Smith, sebagaimana dikutip Antara di Jakarta, Kamis (6/12).

Meskipun menyatakan bahwa Israel, dengan tindakannya mengabaikan semua peraturan, Smith mengatakan rakyat Palestina harus pulang ke wilayah yang diduduki dan semua hak mereka harus dipulihkan.

Baca juga : Polisi Israel Kantongi Bukti Kuat Netanyahu Suap Media

"Israel bukan hanya menekan rakyat Palestina. Juga ada tekanan atas rakyat Yahudi yang terganggu oleh kebijakan keliru Israel," katanya. Ia menambahkan bahwa Israel harus menghentikan semua tindakan itu.

Paraih Nobel Bidang Kimia 2018 dibagi. Satu bagian diberikan kepada Frances H. Arnold --anggota National Academy of Sciences, National Academy of Engineering dan National Academy of Medicine-- untuk bidang evolusi enzim, sementara separuh lagi diberikan secara bersama kepada Smith dan Gregory P. Winter, karena karya mereka dalam penyelidikan fag peptida dan anti-bodi.

Sebelumnya beberapa surat kabar Israel menyiarkan editorial yang menyampaikan kekecewaan mereka dengan pemberian Hadiah Nobel Bidang Kimia kepada pegiat anti-Israel dan pro-Palestina.

Pada  Senin (3/12) lalu,  Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengadakan pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan.  Di depan Paus Fransiskus, Abbas mengatakan satu-satunya yang menghalangi upaya perdamaian di Timur Tengah adalah Amerika Serikat. 

Dalam pertemuan di Istana Apostolik tersebut, Abbas berharap agar Paus Fransiskus membantu perdamaian di Timur Tengah.

Sementara itu, Abbas menegaskan dalam satu wawancara dengan harian Italia La Stampa bahwa upaya AS takkan mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

"AS tak bisa menjadi satu-satunya penengah di Timur Tengah. Satu negara yang terus-menerus menjatuhkan sanksi hukuman atas rakyat Palestina tak bisa menjadi penengah. Pemimpin AS adalah penghalang di Timur Tengah," kata Abbas.
 

(Marselinus Gual\Marselinus Gual)
Share:


Berita Terkait

6 Warga Israel Terluka Diserang Warga Palestina 

Palestina Desak PPB Tak Setujui Resolusi AS Soal Hamas

Polisi Israel Kantongi Bukti Kuat Netanyahu Suap Media

Komentar