Pengamat: Pemilihan KH Ma'ruf Amin Merupakan Apresiasi pada Islam Moderat

Jumat, 10 Agustus 2018 13:00 WIB
Pengamat: Pemilihan KH Ma'ruf Amin Merupakan Apresiasi pada Islam Moderat

K.H. Ma'ruf Amin (foto: Sindonews)

Ahmad Khoirul, pengamat politik dari Universitas Paramadina berbendapat, dipilihnya Kiai Haji Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, telah menunjukkan apresiasi, sikap respek, sekaligus ketergantungan yang besar dari kalangan nasionalis terhadap gerbong Islam moderat di Indonesia. 

"Pasangan ini mengembalikan memori publik tentang soliditas barisan nasionalis dan kaum santri yang sering kali menjadi penentu dalam setiap babak penting sejarah kenegaraan bangsa Indonesia," kata Umam di Jakarta, Jumat.

Memilih K.H. Ma'ruf Amin, lanjut Umam, dilansir dari Antara, juga mengindikasikan bahwa kelompok nasionalis, sekalipun memiliki kinerja pemerintahan yang cukup baik, masih tetap mengidap "inferiority complex" dan defisit kepercayaan diri saat berhadapan dengan kekuatan politik Islam konservatif.

Selain itu, PDIP lebih leluasa untuk mengatur ritme politik nasional pada era 2024 s.d. 2029. Kiai Ma'ruf bukan ancaman untuk menjadi patron baru dalam Pilpres 2024. "Peta 2024 akan tetap cair karena tidak ada 'macan baru' yang punya elektoral kuat dalam politik nasional," kata doktor ilmu politik lulusan University of Queensland, Australia itu.

Kiai Ma'ruf murni akan diposisikan sebagai simbol dan bamper kekuasaan untuk menetralisasi serangan bernuansa identitas, SARA dan primordial. "Jika terpilih dua periode, efektivitas pemerintahan Jokowi/Ma'ruf akan tertumpu pada Jokowi seorang," katanya.

Baca juga : Politik Pencitraan Jokowi Jelang Pilpres 2019

(Reko Alum\Reko Alum)
Share:


Berita Terkait

Komentar