Pemerintah: Mari Kita Gunakan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Kamis, 13 September 2018 08:31 WIB
Pemerintah: Mari Kita Gunakan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Pemerintah: Mari Kita Gunakan Bahasa Indonesia di Ruang Publik (foto: asemmanis.wordpress.com)

Penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik selama ini masih minim. Hal itu lantaran tidak sedikit masyarakat ternyata lebih bangga menggunakan bahasa asing.

"Mari kita dukung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, kita ganti kata-kata yang menggunakan bahasa asing, contohnya kata office, kita gunakan kantor, kata I love Binjai kita gunakan saja Aku Cinta Binjai," kata Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan, di Binjai, Kamis (13/9) ketika membuka Sosialisasi "Lomba Wajah Bahasa" yang diselenggarakan Balai Bahasa Sumatera Utara. 

Timbas Tarigan menyambut baik "Lomba Wajah Bahasa" oleh Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU), di mana melalui lomba ini mengingatkan kita untuk tertib berbahasa dengan mengendalikan bahasa asing dan menguatkan penggunaan bahasa Indonesia. 

Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Fairul Zabadi mengatakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sangat penting. Sebab ruang publik adalah media mengumumkan informasi dan pandangan sehingga bahasa di ruang publik harus dipahami rakyatnya. 

Ia memberi contoh penggunaan bahasa di ruang publik yang keliru yaitu Kuala Namu International Airport, yang seharusnya Bandar Udara Internasional Kuala Namu.

Jika ingin tetap ada bahasa Inggris, katanya, harus dibuat di bawahnya Kuala Namu International Airport dengan ukuran lebih kecil.

"Boleh gunakan bahasa asing tapi jangan lupakan bahasa Indonsia," ujarnya.

Fairul Zabadi menjelaskan "Lomba Wajah Bahasa" di Kota Binjai, bertujuan untuk mengembalikan bahasa Indonesia yang sudah tergerus bahasa asing.

Dipilihnya Binjai, karena pihaknya ingin menjadikan daerah ini sebagai barometer penggunaan bahasa Indonesa.

Lomba dilaksanakan dalam rangka sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia dengan baik sekaligus menyambut bulan bahasa yang dirayakan setiap bulan Oktober.

"Lomba ini diperuntukkan kepada lembaga pendidikan, badan publik (instansi pemerintah) maupun badan usaha (perhotelan, restoran dan sejenisnya)," katanya.

Objek yang akan dinilai antara lain tulisan nama lembaga dan gedung, nama sarana umum, nama ruang pertemuan, nama produk barang/jasa, nama jabatan, penunjuk arah atau rambu umum dan tulisan berbentuk spanduk atau informasi lain sejenisnya, di mana materinya berbentuk foto dan dokumen. 

(Imam Rusadi\Editor)
Share:


Komentar