Pemda NTT Kurang Perhatikan Atletnya Sendiri

Jumat, 14 September 2018 16:08 WIB
Pemda NTT Kurang Perhatikan Atletnya Sendiri

Roy Suryo dan petinju asal Nusa Tenggara Timur Hermensen Ballo (Foto: Fajar Timor)

Mantan atlet petinju asal Nusa Tenggara Timur Hermensen Ballo menilai, perhatian pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat kurang, sehingga banyak atlet yang berprestasi terpaksa lari ke daerah lain untuk mengejar masa depannya.

"Banyak atlet berprestasi terpaksa mencari hidup di daerah lain, karena mereka yakin bahwa pemerintahan setempat pasti akan menjamin hidup mereka sampai hari tua," kata Hermensen dalam percakapannya dengan Antara di Kupang, Jumat (14/9).

Ia mengakui bahwa NTT menjadi gudang atlet berprestasi nasional, namun perhatian pemerintah terhadap masa depan atlet yang telah mengharumkan nama NTT sangat kurang.

Menurut dia, masa keemasan para atlet berprestasi asal NTT hanya terjadi pada saat masa pemerintahan Gubernur NTT Herman Musakabe yang memberikan prioritas terhadap 100 atlet asal NTT menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Ada sekitar 100 orang atlet direkrut menjadi pegawai negeri di Pemda NTT. Bahkan ada yang diberikan bonus berupa rumah tinggal. Perhatian pemerintaah saat itu sangat besar bagi atlet," kata Hermensen mengenang.

Perhatian yang diberikan Pemerintah NTT pada saat itu menjadi motivasi bagi atlet dari provinsi berbasis kepulauan ini untuk terus maju dan berprestasi dalam bidang olahraga.

Menurut petinju nasional yang sudah dua kali ikut bertarung dalam ajang olimpiade itu bahwa saat ini perhatian pemerintah NTT terhadap atlet berprestasi sangat kurang.

Akibatnya, banyak atlet yang hengkang ke daerah lain sebagai konsekuensi dari gelapnya masa depan dan jaminan hari tua.

"Saya berharap pemerintahan sekarang di bawah kepemimpinan Bapak Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi, bisa memberi perhatian serius kepada atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama NTT di ajang nasional maupun internasional," katanya.

Menurut dia, jika pemerintah dapat merekrut para atlet berprestasi menjadi PNS atau pegawai BUMD, maka tak seorang pun atlet berprestasi akan hengkang dari NTT.

Ia mengatakan motivasi para atlet keluar dari NTT hanya semata-mata untuk mencari pekerjaan tetap agar bisa memiliki jaminan hidup di masa tua dalam bentuk pensiun.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, Pemerintah NTT, kata dia, perlu juga memikirkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi bagi para atlet NTT yang umumnya hanya mengenyam pendidikan sampai di tingkat SMP dan SMA.

"Saya berharap pemerintah dapat membantu biaya pendidikan bagi para atlet tersebut sehingga masa depannya lebih terjamin, karena didukung SDM yang handal serta tingkat pendidikan yang memadai," demikian Hermensen Ballo.

Baca juga : Orang Banten Banyak yang Jadi Korban Perdagangan Manusia

(Annisa\Editor)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar