Pasokan Kantor Di Jakarta Diproyeksi Bertambah 1,4 Juta Meter Persegi Hingga 2021

Jumat, 11 Januari 2019 10:45 WIB
Pasokan Kantor Di Jakarta Diproyeksi Bertambah 1,4 Juta Meter Persegi Hingga 2021

Pasokan kantor di Jakarta bertambah (foto: CNBC Indonesia)

Pasokan ruang perkantoran di Jakarta diperkirakan akan bertambah sekitar 1,4 juta meter persegi untuk periode 2019-2021. Sekitar 67 persennya akan berada di pusat kawasan bisnis (Central Business District).

Dalam paparannya, Senior Associate Research Division Colliers International Ferry mengatakan jumlah pasokan tersebut tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2018, ada penambahan pasokan sekitar 632.000 m2 di mana 76% dari jumlah seluruh pasokan terpusat di kawasan CBD.

“Akan tetapi, ada harapan perkantoran bisa terjadi konsolidasi sehingga pada 2020 demand sudah bisa mengejar supply," imbuhnya.

Permintaan di pasar perkantoran di Jakarta yang masih didominasi oleh co-working space, perusahaan asuransi, dan industri teknologi finansial. Masuknya sejumlah perusahaan asing telah mendongkrak permintaan. Colliers International mencatat pelonggaran regulasi yang membuka kesempatan bagi asing untuk berpartisipasi dalam sektor pendidikan, bisa menambah jumlah permintaan pasar perkantoran ke depan.

“Ada potensi sektor edukasi berpeluang menjadi tenant baru, karena ada aturan bahwa penyelenggara pendidikan dari luar bisa berdiri di sini,” kata Ferry Salanto seperti dilaporkan Bisnis.

Namun, tingkat pasokan masih belum sebanding dengan tingkat serapan, ada sekitar 1,7 juta m2 ruang yang belum terserap, 70 persennya berada di CBD. Serapan perkantoran di 2018 masih didominasi oleh co-working space, perusahaan start-up company, dan fintech. Perusahan-perusahan tersebut dinilai paling aktif mengisi ruang perkantoran.

Sementara itu, Ferry juga menilai, laju serapan pada 2019 masih akan relatif lambat dan tingkat hunian hanya akan meningkat hingga 3% karena pengembang baru akan mengejar pasokan di akhir tahun 2019 hingga 2020.

Untuk kawasan CBD, jumlah gedung kantor yang tak terpakai diprediksi turun sekitar 3% – 3,5% pada 2021, dibandingkan dengan jumlah pada 2018. Adapun, pada periode yang sama di luar CBD, diprediksi gedung kantor kosong akan mengalami penurunan sekitar 2,5% - 3%.

“Tahun ini akan sedikit menyulitkan bagi pasar perkantoran di luar CBD melihat jumlah pasokannya yang melimpah dalam setahun terakhir. Mudah-mudahan sampai 2020 permintaan sudah bisa mengejar pasokan,” kata Ferry.

(Rin Hindryati\Rin Hindryati)
Share:


Komentar