Partai Demokrat DPR AS Akan Periksa Laporan FBI Soal Trump Terkait Rusia

Minggu, 13 Januari 2019 09:34 WIB
Partai Demokrat DPR AS Akan Periksa Laporan FBI Soal Trump Terkait Rusia

DPR AS selidiki laporan FBI terhadap Trump terkait Rusia (foto: VOA News)

Komite Peradilan DPR Amerika Serikat (AS) akan memeriksa laporan koran the New York Times yang mengatakan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) menyelidiki dugaan Presiden Donald Trump bekerja untuk Rusia, melawan kepentingan AS.

Chairman Komite Peradilan DPR AS Jerrodl Nadler mengatakan panel akan bekerja untuk mempelajari lebih jauh sikap Trump dan respons FBI terhadapnya dalam beberapa pekan ke depan. Dia juga menegaskan pihaknya akan melindungi para penyelidik dari serangan Trump.

“Tidak ada keraguan terkait seberapa serius ataupun profesionalitas FBI, seperti terlihat dalam reaksi Presiden Trump atas laporan ini,” ujar Nadler seperti dilansir Reuters, Minggu (13/1).

The New York Times sebelumnya melaporkan bahwa penyelidikan oleh FBI dimulai beberapa hari setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey pada 2017. Koran ini juga menyebut bahwa penyelidik kontra-intelijen FBI kemudian harus memastikan apakah tindakan Trump tersebut dapat dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Sementara itu Gedung Putih telah menyangkal seluruh laporan The New York Times dan menyebut artikel tersebut absurd. Presiden Trump sendiri pada Sabtu (12/1) lalu merilis belasan pernyataan bernada emosi lewat akun Twitter pribadinya. Dia mengecam penyelidikan yang dilakukan FBI terhadap dirinya yang diduga bekerja untuk Rusia dalam hal pemecatan Direktur FBI James Comey pada 2017.

"Wow, baru tahu dari New York Times yang gagal bahwa mantan pemimpin FBI yang korup, hampir semua yang dipecat atau dipaksa meninggalkan agensi karena beberapa alasan yang sangat buruk, membuka penyelidikan terhadap saya, tanpa alasan dan tanpa bukti, setelah saya memecat Si Pembohong James Comey, sungguh tak bermoral! " Trump berkicau lewat akun Twitter-nya, Sabtu (12/1).

"FBI berada dalam kekacauan total, karena kepemimpinan Comey yang buruk dan cara dia menangani penyelidikan penggunaan server pribadi Hillary Clinton untuk mengirim beberapa email pemerintah," imbuhnya.

"Pemecatan James Comey yang saya lakukan adalah hari yang hebat bagi Amerika," klaim Trump, yang menggambarkan mantan Direktur FBI itu sebagai "Polisi yang tak jujur yang sepenuhnya dilindungi oleh sahabatnya, Bob Mueller."

Sedangkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, yang adalah Direktur CIA pada saat penyelidikan itu mulai dilakukan, menolak untuk mengomentari laporan The New York Times.

"Gagasan bahwa Presiden Trump adalah ancaman bagi keamanan nasional Amerika adalah benar-benar menggelikan," kilahnya.

(Rin Hindryati\Rin Hindryati)
Share:


Komentar