Ombudsman Desak Polri Gelar Perkara Kasus Novel Baswedan

Kamis, 06 Desember 2018 22:30 WIB
Ombudsman Desak Polri Gelar Perkara Kasus Novel Baswedan

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. (Foto: Antara)

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Pusat mendesak Polri segera melakukan gelar perkara tahap pertengahan penyidikan terhadap kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Baca juga : KPK Perpanjang Penahanan Bupati Bekasi, Tersangka Suap Meikarta

Permintaan itu disampaikan Komisioner Ombudsman Pusat Adrianus Meliala saat menyampaikan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) terkait penanganan kasus Novel Baswedan oleh jajaran Polsek Kelapa Gading, Polres Metro Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya, di Jakarta, Kamis.

Dalam laporannya, Ombudsman menemukan empat poin maladministrasi penyidikan, yang salah satunya, penundaan yang berlarut dari pihak kepolisian terhadap kasus Novel karena tidak ada penetapan masa penugasan. 

Baca juga : Komisi II DPR RI Sambut Usulan Pembentukan Pansus KTP-el

"Karena tidak disampaikan lama waktu penugasan pada surat perintah tugas, masyarakat pun bingung, kasus Novel Baswedan ini sudah ditangani sejauh mana," kata Adrianus di Jakarta, Kamis (6/12), seperti dilansir Antara.

Desakan itu diajukan sesuai dengan ketentuan Pasal 70 ayat (3) Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan. 

Baca juga : Pemeriksaan Deddy Mizwar

"Gelar perkara tahap pertengahan itu dibutuhkan demi mengevaluasi dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam penyidikan, serta menentukan rencana lebih lanjut untuk mengembangkan rencana penyidikan dengan menghadirkan saksi korban," jelas Adrianus.

Pemanggilan kembali terhadap Novel Baswedan sebagai saksi korban, menurut Adrianus penting dilakukan. Alasannya, kata dia, ada beberapa keterangan yang berpotensi menjadi petunjuk baru. 

"Selama ini Novel banyak berbicara di media, saatnya penyidik memanggil lagi dan menanyakan kembali perihal kejadian dari sisi korban untuk kemudian dicantumkan ke berita acara perkara (BAP)," uajr Adrianus. 

Keterangan yang perlu ditanyakan atau dikonfirmasi kembali, diantaranya meliputi insiden percobaan penabrakan yang dilakukan sebuah mobil ke Novel Baswedan pada awal Ramadhan 2016 di area Jalan Boulevard Kelapa Gading.

Sebelum disiram air keras, Adrianus mengatakan, Novel menyebut sempat ada upaya penabrakkan sebanyak dua kali terhadap dirinya pada 2016.

(Marselinus Gual\Marselinus Gual)
Share:


Berita Terkait

Komisi II DPR RI Sambut Usulan Pembentukan Pansus KTP-el

Pemeriksaan Deddy Mizwar

Komentar