Ma'ruf Amin: Penembakan di Nduga Jangan Sampai Timbulkan Keraguan

Kamis, 06 Desember 2018 21:20 WIB
Ma'ruf Amin: Penembakan di Nduga Jangan Sampai Timbulkan Keraguan

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin (Foto: Viva)

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengingatkan pentingnya keamanan di Papua, termasuk nasib para pekerja. Dia menegaskan pembangunan infrastruktur di Papua tidak boleh berhenti karena peristiwa penembakan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata (KKB). 

Baca juga : Pakar Hukum Nilai Penembakan di Nduga, Papua Murni Kriminal

"Jangan sampai karena adanya penembakan kemudian ada keraguan atau berhenti membangun. Pembangunan harus berjalan terus," kata Ma'ruf Amin saat berbincang bersama media dirumahnya Jalan Situbondo, Jakarta, Kamis (6/12).

Ma'ruf Amin menegaskan, pembangunan harus tetap diteruskan karena masyarakat Papua sangat membutuhkan infrastruktur. Dia juga meminta aparat keamanan memberikan perlindungan kepada masyarakat Papua.

Baca juga : Baku Tembak dengan KKB, 2 Anggota TNI Terluka

"Pembangunan di sana sangat penting dalam rangka pemerataan fasilitas kepada masyarakat dan juga menghilangkan disparitas daerah. Jangan sampai kasus ini menimbulkan keraguan, harus dilanjutkan dan masyarakat Papua juga harus mendapatkan perlindungan prima, " jelasnya. 

Ma'ruf mengaku prihatin atas masih terjadinya penembakan di Papua. Menurut dia, pemerintah perlu menyampaikan penilaian secara utuh terkait dalang kelompok kriminal bersenjata disana.

Baca juga : Polda Papua Bentuk Tim Khusus Kejar KKB

"Sampai saat ini kita masih sebut KKB, kelompok kriminal bersenjata. Apakah bisa disebut pemberontak, itu harus keputusan negara supaya tidak terjadi perbedaan. Kita akan coba sampaikan ke pemerintah untuk bisa menyampaikan penilaian yang utuh," jelasnya. 

Sebanyak 31 pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dibunuh kelompok bersenjata pada Minggu malam (2/12).

Polda Papua menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama, delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh di antaranya dijemput dan dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan satu orang belum ditemukan.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Baku Tembak dengan KKB, 2 Anggota TNI Terluka

Polda Papua Bentuk Tim Khusus Kejar KKB

Komentar