Libur Lebaran 2018: Sajian Kesenian Tradisonal Gamelan, Siap Hibur Pengunjung Malioboro

Rabu, 13 Juni 2018 23:16 WIB
Libur Lebaran 2018: Sajian Kesenian Tradisonal Gamelan, Siap Hibur Pengunjung Malioboro

Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro dapat menyaksikan secara langsung pentas kesenian tradisional tersebut di Tugu KB yang berada di kompleks Taman Parkir Abu Bakar Ali secara gratis. (Ilustrasi foto: spotunik)

Menghadapi libur Lebaran 2018, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta berencana untuk memberikan hiburan berupa kesenian tradisional gamelan untuk menghibur tiap wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.

Baca juga : Penampakan Kubah Lava Baru di Gunung Merapi

“Kegiatan ini akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut pada Minggu (17/6) hingga Selasa (19/6). Pentas dimulai sore hari,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, seperti dilansir dari Antara, Rabu (13/6).

Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro dapat menyaksikan secara langsung pentas kesenian tradisional tersebut di Tugu KB yang berada di kompleks Taman Parkir Abu Bakar Ali secara gratis.

Baca juga : Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Yogyakarta

Jika tidak dapat melihat secara langsung, maka lantunan suara gamelan akan disiarkan melalui radio milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Widoro sehingga bisa didengarkan oleh seluruh wisatawan yang berada di kawasan wisata utama di Kota Yogyakarta tersebut.

“Kegiatan ini rutin kami selenggarakan setiap tahun. Pengisi pentas gamelan pun berasal dari wilayah. Tujuannya adalah untuk mengangkat potensi yang ada di wilayah,” katanya.

Baca juga : Prosesi Serius Sebelum Seberangi Samudera India untuk Tiba di Yogyakarta

Selain gamelan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga sudah membuka Tourist Information Center (TIC) di sisi utara Malioboro Mall untuk memberikan layanan dan bantuan kepada wisatawan yang membutuhkan.

“Ada peta wisata Kota Yogyakarta yang bisa diakses wisatawan,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Malioboro Ekwanto menyebut, kepadatan wisatawan di kawasan Malioboro diperkirakan mulai terjadi pada Minggu (17/6).

“Biasanya, pada hari pertama dan kedua Lebaran, masih digunakan oleh masyarakat untuk bersilaturahim dengan keluarga. Baru pada hari ketiga digunakan untuk berwisata,” katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya akan berupaya mewujudkan kawasan Malioboro yang aman, nyaman dan tertib meskipun kawasan tersebut akan dipadati wisatawan.

UPT Malioboro sudah menyiagakan beberapa tim atau satuan tugas, di antaranya tim sarana dan prasarana yang akan langsung turun apabila ada kerusakan fasilitas, dan tim penyapuan untuk memastikan kawasan tersebut bersih dari sampah.

Kami juga memperbanyak Jogoboro atau petugas pengamanan yang berjaga. Jika biasanya 20 orang per shift menjadi 40 orang per shift,” katanya.

Sedangkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Malioboro, Ekwanto mengatakan sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk kebijakan buka tutup jalur.

“Kepadatan di Malioboro diperkirakan bertambah dibanding libur Lebaran tahun sebelumnya karena pada tahun ini semua jenis kendaraan, mobil, sepeda motor, andong dan becak akan memanfaatkan jalur utama. Hal itu disebabkan pekerjaan revitalisasi sisi barat belum selesai. Mudah-mudahan semuanya tetap tertib dan lancar,” katanya.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar