KPU: 56 Perselisihan Hasil Pemilihan Pilkada 2018 diajukan ke MK

Rabu, 11 Juli 2018 23:25 WIB
KPU: 56 Perselisihan Hasil Pemilihan Pilkada 2018 diajukan ke MK

KPU: 56 Perselisihan Hasil Pemilihan Pilkada 2018 diajukan ke MK (mahkamahkonstitusi.go.id)

Sebanyak 56 permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada 2018 diajukan ke Mahkamah Konstitusi hingga Rabu pukul 18.00 WIB. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan seluruh permohonan yang diajukan ke MK sudah diberi nomor registrasi, tetapi belum diberi nomor perkara.

Baca juga : Daftar ke KPU, Jokowi-Maruf Amin Diantar Ketum dan Sekjen 9 Parpol

"Informasi permohonan perkara perselisihan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati dan/atau walikota dan wakil walikota tahun 2018 hingga 11 Juli 2018 pukul 18.00 WIB sebanyak 56 permohonan," ujar Komisioner KPU Ilham Saputra melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (11/7/2018) seperti dikutip Antara.

Ada pun KPU kota yang menjadi termohon adalah KPU Kota Tegal, Parepare, Gorontalo, Madiun, Cirebon, Padang Panjang, Subulussalam, Serang, Bau Bau, Palembang, Bekasi, Makassar, Palopo dan Bengkulu.

Baca juga : Setelah Shalat Jumat, Prabowo-Sandiaga Daftar ke KPU

Untuk KPU kabupaten yang menjadi termohon adalah KPU Bangkalan, Bolaang Mongondow Utara, Biak Numfor, Banyuasin, Sinjai, Pulang Pisau, Rote Ndao, Cirebon, Manggarai Timur, Bantaeng, Puncak, Maluku Tenggara, Belitung, Tabalong, Sampang, Kerinci, Tapanuli Utara, Talaud, Alor, Lahat, Timor Tengah, Sanggau, Mamberamo, Deiyai, Dairi, Donggala, Pinrang dan Bogor.

Selanjutnya KPU provinsi yang menjadi termohon adalah KPU Provinsi Maluku, Sumatera Selatan, Maluku Utara, Lampung dan Sulawesi Tenggara.

Baca juga : Pengamanan Pendaftaran Capres, Polri Siapkan Personelnya Jaga KPU

Dari semua permohonan, tidak semua akan diterima MK karena hanya daerah yang memiliki selisih suara 0,5-2 persen suara yang akan diterima.

Syarat pengajuan sengketah hasil pilkada dengan selisih suara 0,5-2 persen suara diatur dalam Pasal 158 UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Sementara itu, Rabu (11/7) merupakan hari terakhir MK membuka pendaftaran permohonan sengketa hasil pilkada setelah KPU menghelat rapat pleno rekapitulasi suara.

(Imam Rusadi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar