KPK Temukan Kode 'Ujian' dan 'Desertasi' di Kasus Bupati Jepara 

Kamis, 06 Desember 2018 21:35 WIB
KPK Temukan Kode 'Ujian' dan 'Desertasi' di Kasus Bupati Jepara 

Pimpinan KPK Basaria Panjaitan (Foto: Tribun)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah sandi untuk menyamarkan komunikasi antara Bupati Jepara Ahmad Marzuki dan hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Lasito.

Baca juga : Bupati Jepara dan Hakim PN Semarang, Resmi Tersangka Korupsi

"Dalam transaksi tersebut, teridentifikasi sandi yang digunakan dalam kasus ini adalah 'ujian', kemudian 'disertasi' dan 'halaman'," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Kamis (6/12).

Basaria memperkirakan kalimat yang memuat sandi tersebut, misalnya "1.000 halaman disertasinya nanti akan diantar pada saat ujian". Lasito selaku hakim pada Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Ahmad Marzuqi.

Baca juga : 2 Hakim PN Jaksel Abaikan Peringatan MA agar Tak Terima Suap

Diduga pemberian Ahmad untuk memengaruhi putusan gugatan praperadilan yang diajukan Ahmad atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di PN Semarang tahun 2017.

Di pertengahan 2017, kata dia, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011 s.d. 2014 dengan tersangka Ahmad Marzuqi. 

Baca juga : Suap Hakim PN Jaksel, KPK Tahan 4 Tersangka

Kemudian Marzuqi mengajukan permohonan praperadiIan ke Pengadilan Negeri Semarang yang kemudian diregister dalam perkara Nomor: 13/PId.Pra/2017/PN.Smg.

Ahmad Marzuqi mencoba mendekati hakim tunggal Lasito melalui panitera muda di PN Semarang.

"Hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan AM dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka AM tidak sah dan batal demi hukum," katanya.

Diduga Ahmad Marzuqi selaku Bupati Jepara memberikan total dana sebasar Rp700 juta (dalam bentuk rupiah sebesar Rp500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS setara dengan Rp200 juta) kepada hakim Lasito terkait putusan atas praperadilan tersebut. Diduga uang diserahkan ke rumah LAS di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Lasito disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmad Marzuqi disangkakan melanggar Pasal 6 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar