Konsumen Holland Village 'Lippo Grup' Akan Mengadu ke Jokowi

Jumat, 01 Juni 2018 17:37 WIB
Konsumen Holland Village 'Lippo Grup' Akan Mengadu ke Jokowi

Kondisi rumah Presylia Marina Coloay. Foto: dokumentasi pribadi

Konsumen perumahan mewah Holland Village Manado di Sulawesi Utara berencana mengadu ke dewan, pemerintah provinsi hingga Presiden Joko Widodo.

Baca juga : Pengerjaan Bangunan Bermasalah, Meikarta Tetap Jualan

Salah satu pembeli Holland Village, Presylia Marina Coloay mengatakan, para konsumen telah sepakat untuk memperjuangkan nasib mereka secara bersama-sama. Utamanya soal kejelasan status rumah mereka yang dijanjikan Lippo Grup selaku pengembang.

"Kami rencananya Selasa mau giring ini ke DPRD, ke gubernur kalau perlu sampai ke Bapak Jokowi," jelas Priscillia Coloay kepada law-justice.co, Jumat (1/6).

Baca juga : Nelly Kalahkan Pemilik Lippo James Riadi di Pengadilan Jaksel

Priscillia menambahkan ada sekitar 180 konsumen yang menuntut kejelasan rumah yang mereka beli dari pengembang Holland Village. Mereka tidak hanya berasal dari Manado, melainkan kota-kota besar lain seperti Jakarta, Denpasar dan Papua.

"Karena mereka Lippo Grup sudah terlalu menipu kami semua, mereka bisa memanggil polisi seolah-olah kami ini teroris, apa salah kami? kami menuntut hak kok malah panggil polisi. Tapi kami yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak tinggal diam kepada orang-orang yang benar," tambahnya.

Baca juga : Modus Lippo Memanfaatkan Jenderal dan Menteri

Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang diterima law-justice.co, pengembang semestinya unit rumah yang dipesan konsumen diserahterimakan pada 30 November 2016 dengan tenggang waktu 6 bulan. Dengan demikian, kata Priscillia, unit tersebut paling lambat diserahkan Mei 2017 lalu. Namun hingga saat ini, rumah yang dijanjikan pengembang belum diserahkan ke Priscillia.

lampiran PPJB Holland Village Manado. Foto: istimewa

Rabu (30/5) lalu, ratusan pembeli Holland Village Manado melakukan mediasi dengan Lippo Group sebagai pihak pengembang di Hotel Aryaduta.

Hadir dalam mediasi sore itu Presiden Komisaris Lippo Group, Theo Sambuaga beserta direksi lainnya. Namun mediasi berakhir ricuh, hingga membuat kepolisian mengevakuasi jajaran direksi Lippo Group dari ruangan mediasi.

(Sasmito Madrim\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar