KIPP Minta Timses Capres Waspadai Pembocoran Dokumen Pribadi ke Sosmed

Kamis, 10 Januari 2019 18:25 WIB
KIPP Minta Timses Capres Waspadai Pembocoran Dokumen Pribadi ke Sosmed

Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta (Foto: Waspada.co.id)

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) meminta kandidat capres-cawapres beserta tim sukses dan penyelenggara pemilu mewaspadai pembajakan dan pembocoran dokumen pribadi di media digital.

Baca juga : Sebuah Batu Nisan Jokowi

"Pembajakan dan pembocoran dokumen pribadi kandidat dan tim-timnya, ini serangan pemilu paling mematikan," kata Sekjen KIPP Kaka Suminta dalam acara "Ngobrolin Pemilu Indonesia (Ngopi)" yang diselenggarakan KIPP di Media Center KPU RI, Jakarta, Kamis (10/1).

Kaka mengatakan, kandidat Presiden AS Hillary Clinton pernah menggunakan surat elektronik atau email tidak resmi yang kemudian bocor dan dijadikan senjata bagi kelompok lawan.

Baca juga : Anies Perlu Belajar dari Ahok dan Jokowi Soal Penataan Tanah Abang

Serangan berupa pembajakan dan pembocoran informasi, kata dia, juga bisa terjadi terhadap individu maupun lembaga penyelenggara pemilu dan patut diwaspadai dengan serius. KIPP meminta penyelenggara pemilu bekerja dengan arif dalam menggunakan media informasi.

"Mulai sekarang email, whatsapp penyelenggara harus benar-benar 'prudent'," jelas dia.

Baca juga : Surat Bocor, Ternyata BNI Diminta Biayai Kunjungan Presiden Jokowi

Selain itu, serangan siber lain di ranah pemilu, yakni penyebaran disinformasi dan misinformasi melalui medsos dan situs online, serangan penyebaran informasi masif dari sumber tertentu dengan tujuan tertentu, serta ujaran kebencian yang memecah-belah.

"Serangan-serangan itu kalau dilakukan sedemikian rupa dapat mengacaukan dan melumpuhkan," ujar Kaka.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, lebih jauh, KIPP juga meminta pemerintah dalam kewenangannya selalu berdiri di atas semua golongan agar tidak terjadi penyalahgunaan, serta secara maksimal mendukung pemilu secara demokratis.

"Parpol dan pasangan capres-cawapres juga agar sama-sama menjadikan masalah hoaks dan kriminal siber menjadi masalah bersama. Di sisi lain masyarakat harus arif menggunakan medsos serta media juga harus adil," kata dia.

(Muhammad Mu'alimin\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar