Keliling Surabaya Naik Bus, Bayarnya Pakai Botol Plastik

Minggu, 13 Januari 2019 11:37 WIB
Keliling Surabaya Naik Bus, Bayarnya Pakai Botol Plastik

Hanya di Surabaya, Naik Bus Bayarnya Pakai Botol Bekas (foto: Tribune Jatim)

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal penjualan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia, menyerahkan 10 unit bus Mercedes-Benz O500U 1726 LE kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk digunakan menjadi armada Bus Suroboyo.  

Seperti diketahui, pada April tahun lalu Pemkot Surabaya memperkenalkan beroperasinya Suroboyo Bus melayani rute terminal Purabaya ke Jalan Rajawali dan sekitarnya. Uniknya, untuk bisa naik bus tersebut calon penumpang tak perlu mengeluarkan uang, cukup bayar dengan sampah botol plastik.

Sama dengan Bus TransJakarta yang dilengkapi pendingin udara, pintu Bus Suroboyo ini juga otomatis terbuka mengantarkan penumpang ketika tiba di halte tujuan. Bedanya, di bus-bus ini ada dua petugas yang selalu sigap menyambut penumpang yang baru naik sembari menerima sampah plastik seperti botol air dari mereka.

Penumpang Bus Suroboyo diwajibkan membayar ongkos untuk sekali jalan degan menukarkan 10 gelas air kemasan plastik, atau 5 botol air kemasan plastik ukuran sedang, atau 3 botol air kemasan plastik ukuran besar.

"Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari konsep yang luar biasa ini untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan transportasi umum sekaligus melindungi lingkungan," kata Direktur Marketing Bus Truk Eropa dan Bus Daimler Jung-Woo Park dalam siaran resmi, Minggu (13/1).

Bus Mercedes-Benz O500U 1726 LE yang tergolong canggih itu dibangun dengan desain low entry untuk memenuhi kebutuhan sistem transportasi umum jalan raya. Menggunakan mesin Euro 3 OM 906 LA III yang terbukti telah mencapai 1,000,000 km tanpa mengalami engine overhaul. Tipe bus ini mampu beroperasi dengan aman, efisien dan terus stabil pada berbagai kondisi lalu lintas tengah kota.

Bus ini juga dilengkapi dengan sistem Engine Management untuk efisiensi bahan bakar serta kneeling system yang berfungsi untuk mengatur jarak antara bus ddengan trotorar, menjadikan bus ini mudah digunakan oleh penumpang dengan kebutuhan khusus.

"Kami percaya bahwa saat ini semakin banyak orang di kota besar seperti Surabaya yang memilih transportasi umum untuk mencapai tujuan mereka. Untuk mendukung hal ini, Daimler akan terus berinovasi untuk menghadirkan produk dengan teknologi terkemuka dan efisien serta berbagai layanan pendukung yang komprehensif," kata Jung-Woo Park.

(Rin Hindryati\Rin Hindryati)
Share:
Tags:


Komentar