Kabut Asap Selimuti Bandara Syamsudin Noor

Jumat, 14 September 2018 15:41 WIB
Kabut Asap Selimuti Bandara Syamsudin Noor

Kabut Asap, Selimuti Bandara Syamsudin Noor (foto: terasnews.id)

Menyusul kabut asap yang hampir setiap hari melanda Kota Banjarbaru membuat Kawasan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kecamatan Landasan Ulin terdampak kabut asap dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga : Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin

Menurut Airport Operation & Services Department Head Bandara Syamsudin Noor Ruly Artha sejauh ini kabut asap tidak berdampak pada penerbangan karena jarak pandang minimal untuk pilot masih tergolong aman.

Meski begitu, kondisi tersebut belum sampai menggangu jadwal penerbangan pesawat baik yang akan "take off" atau terbang landas maupun "landing" (mendarat).

Baca juga : Dampak Kabut Asap, Jadwal Penerbangan Terganggu

"Jarak pandang untuk 'take off' minimal 400 meter dan landing 600 meter," kata Ruly  di Banjarbaru, Jumat (14/9) seperti dikutip Antara.

Adapun pergerakan penerbangan di Bandara Syamsudin Noor dalam sehari, menurut dia, normalnya rata-rata terjadi 90 pesawat, baik "take off" maupun "landing".

Baca juga : Kabut Asap Buat Warga Pontianak Sesak Nafas

Ruly juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait menyikapi kondisi alam saat ini. Apalagi, hal ini berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan, termasuk kepada seluruh maskapai yang beroperasi.

Tebalnya kabut asap di kawasan bandara diketahui akibat dampak dari kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Apalagi, titik api (hotspot) banyak bermunculan di Jalan Tegal Arum dan Guntung Damar, Kelurahan Syamsudin Noor yang lokasinya sangat dekat dengan bandara.

Kawasan gambut dan lahan kosong kerap terbakar di lokasi yang sudah dipasangi sumur bor oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) Kalsel itu.

Bahkan, Pos Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) juga didirikan di sana dengan dikomandoi oleh Polres Banjarbaru.

Sementara itu, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya di Banjarbaru mengatakan bahwa petugas di pos tersebut senantiasa siaga 24 jam dan secara intens melakukan patroli.

Kehadiran polisi pun diharapkan dapat menekan dan mencegah pelaku jika berniat sengaja melakukan pembakaran lahan.

Namun, hingga Jumat, terbakarnya lahan gambut diduga akibat faktor alam pada musim kemarau yang menyebabkan tanah kering dan panas hingga mudah terbakar.

"Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Seluruh unsur harus selalu bersinergi. Sebagai penegak hukum, saya akan tindak tegas jika ada pelaku yang sengaja melakukan pembakaran. Selain itu, turut membantu upaya pemadaman dengan semaksimal mungkin," pungkas Kelana.
 

(Imam Rusadi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar