Jepang Tak Terima Pernyataan Presiden Korsel Terkait Kerja Paksa

Jumat, 11 Januari 2019 18:21 WIB
Jepang Tak Terima Pernyataan Presiden Korsel Terkait Kerja Paksa

Kepala Staf Kabinet Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga (Foto: Business Insider)

Pernyataan yang disampaikan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengenai pekerja paksa masa perang 'tidak bisa diterima', kata juru bicara pemerintah Jepang pada Jumat, dengan menyebut pemimpin itu mencoba mengalihkan tanggung jawab Korsel ke Jepang (11/1).

Komentar tersebut menunjukkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara setelah Moon pada Kamis meminta para pemimpin politik Jepang untuk tidak menggangu hubungan dengan "mempolitikkan" masalah pekerja paksa Korsel oleh perusahaan-perusahaan Jepang saat Perang Dunia II.

"Pernyataan Presiden Moon berupaya mengalihkan tanggung jawah Korea Selatan ke Jepang dan itu sangat disayangkan," kata Kepala Staf Kabinet Yoshihide Suga dalam konferensi pers reguler.

Hubungan antara dua negara bertetangga di Asia Timur itu memburuk sejak pengadilan tinggi Korsel mewajibkan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp membayar kompensasi kepada empat mantan buruh mereka.

Kemelut terbaru muncul setelah pengadilan Korsel bulan ini menyetujui penyitaan aset produsen baja asal Jepang tersebut.

Sebagai tanggapan, Tokyo pada Rabu mentutut digelarnya konsultasi politik dengan Seoul terkait masalah itu.

Jepang meyakini bahwa klaim-klaim serupa telah diselesaikan dalam sebuah perjanjian pada 1965 yang menormalisasi hubungan, kata Suga, menambahkan bahwa Seoul telah merusak perjanjian itu.

"Kami rasa Korea Selatan akan menanggapinya dengan bermartabat," kata Yoshihide.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, hubungan kedua negara juga memanas terkait insiden apakah kapal perang Korsel mengunci target pesawat patroli Jepang yang tengah berpatroli bulan lalu.
 

Baca juga : Akhir Februari, Trump dan Kim Jong-Un Berunding Lagi

(Rois Haqiqi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar