Jenazah Pelaku Teror Belum Diambil Keluarga

Rabu, 16 Mei 2018 20:46 WIB
Jenazah Pelaku Teror Belum Diambil Keluarga

Ilustrasi Jenazah. Foto: wikipedia

Polda Jatim akan memberi batas waktu hingga tujuh hari ke depan terhitung sejak Senin (14/5) agar keluarga atau saudara terduga teroris untuk segera datang ke RS Bhayangkara.

Baca juga : Polda Jatim Tak Beri Ijin Deklarasi Ganti Presiden 2019

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, menyebut hingga Rabu, hari ini belum ada keluarga yang mengakui jenazah ke-13 pelaku aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo.

"Hingga hari ketiga, belum ada keluarga atau saudara yang mau mengakui jenazah yang bersangkutan," kata Barung, dikutip antara Rabu (16/5).

Baca juga : Ini Penyebab Bom Pasuruan Meledak Menurut Polda Jatim

Padahal, kata Barung, pihaknya telah menghubungi keluarga atau saudara jenazah tersebut. Salah satunya paman dari anak berinisial AIS (8), anak perempuan pelaku teroris bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.

"Paman AIS ini sudah datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, bahkan pamannya mengakui kalau AIS ini ponakannya. Tapi paman AIS tidak mau mengakui kalau orang tua AIS adalah saudaranya. Sehingga, kita tidak mungkin memaksa untuk tes DNA dong," kata Barung.

Baca juga : Empat Terduga Teroris Probolinggo Ditangkap Tanpa Perlawanan

Untuk itu, pihaknya meminta keluarga atau saudara terduga teroris bernama Dita, Anton, dan Tri Murtiono, segera datang ke RS Bhayangkara untuk mencocokkan data sekunder dengan jenazah.

"Jika sampai waktu yang telah ditentukan belum ada keluarga yang mengambil jenazah, maka nanti kita akan serahkan ke pemerintah setempat apakah akan dimakamkan oleh pemeritah atau seperti apa," tuturnya.

Nantinya lanjut Barung, setelah ada kecocokan, maka jenazah bisa diambil untuk kemudian dimakamkan.

"Ini merupakan pengumuman terakhir sebelum langkah selanjutnya, apakah akan dikuburkan atau bagaimana," katanya.


 

(Sobri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar