BPBD Data Rumah Warga yang Tertimbun Longsor di Mandailing Natal 

Jumat, 09 November 2018 06:14 WIB
BPBD Data Rumah Warga yang Tertimbun Longsor di Mandailing Natal 

BPBD, Data Rumah Warga yang Tertimbun Longsor di Mandailing Natal  (foto: merdeka.com)

Banjir melanda Kecamatan Natal-Lingga Bayu, Mandailing Natal. Terkait bencana itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal hingga kini masih mendata rumah warga yang hanyut dan tertimbun tanah longsor di Kecamatan Natal-Lingga Bayu.

Baca juga : BPBD: Satu Keluarga Tertimbun Tanah Longsor di Nagekeo NTT

"Pendataan yang dilakukan itu, juga berdasarkan perintah Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Kepala Pelaksana BPBD Mandailing Natal, Muhammad Yasir Nasution, dihubungi dari Medan, Kamis (8/11) seperti dikutip Antara.

Saat ini, menurut dia, petugas BPBD dan Camat Natal-Lingga Bayu terus mengumpul data rumah penduduk yang dihantam banjir akibat meluapnya sungai yang terdapat di daerah tersebut.

Baca juga : BPBD: Akibat Banjir, 72 Rumah Hanyut di Mandailing Natal

"Peristiwa banjir itu, terjadi Rabu (7/11) malam, akibat hujan yang sangat lebat, dan terjadinya banjir merendam rumah warga," ujar Yasir.

Ia mengatakan, mengenai jumlah rumah warga yang hanyut akibat banjir dan tetimpa tanah longsor, belum dapat diketahui secara pasti.

Baca juga : BPBD: Hujan Disertai Angin Kencang Sebabkan 10 Pohon Tumbang di Yogyakarta

"Karena petugas, masih bekerja di lapangan dan belum diketahui jumlahnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Mandailing Natal itu.

Data sementara diperoleh dari BPBD Mandailing Natal, rumah warga yang hanyut akibat banjir di Kecamatan Lingga Bayu, yakni Simpang Gambir 16 rumah, Ranto Sore Sigala-gala sebanyak delapan rumah, Aek Garingging delapan rumah, Sikumbu enam rumah, Pulo Padang enam rumah, Tapus dua rumah, satu unit mobil hanyut, dan unit rumah terbakar di Simpang Gambir.

Jalan Nasional Amblas  Jalan Nasional di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara yang amblas akibat tergerus air Sungai Batang Gadis, sepanjang lebih kurang enam meter. Akibat putusnya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) itu, maka arus tranfortasi di daerah tersebut, untuk sementara waktu terpaksa harus dialihkan ke jalan yang lain.

Peristiwa amblasnya jalan nasional itu, Rabu (7/11) malam akibat hujan turun sangat lebat, sehingga air Sungai Batang Gadis meluap dan menggerus badan jalan tersebut.

Selama ini hujan turun di Desa Saba Pasir, tidak pernah mengakibatkan putusnya jalan nasional tersebut.

Jalan nasional yang putus itu, tidak berapa jauh dari Sungai Batang Gadis.

Akibat putusnya jalan nasional itu, petugas Satlanta Polsek Kota Nopan terpaksa harus bekerja keras mengatur arus lalu lintas di Desa Saba Pasir.
 

(Imam Rusadi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar