Bom Bunuh Diri di Peshawar Pakistan Tewaskan 13 Orang 

Rabu, 11 Juli 2018 08:54 WIB
Bom Bunuh Diri di Peshawar Pakistan Tewaskan 13 Orang 

Bom Bunuh Diri di Peshawar Pakistan Tewaskan 13 Orang (geo super)

Peristiwa bom bunuh diri terjadi saat pertemuan politik di Peshawar, Ibu Kota Provinsi bagian barat-laut Pakistan, Selasa malam (10/7/2018). Dalam peristiwa itu, sedikitnya 13 orang tewas dan 47 orang lagi mengalami cedera.

Baca juga : Festival Film Akan Meriahkan Peringatan Hubungan RI dan India ke-70

Hal itu dikatakan Zulfiqar Ali Babab Khel, Juru Bicara Lady Ready Hospital di Peshawar, Pakistan seperti dikutip Antara, Rabu (11/7/2018). 

Kepala Polisi Peshawar Qazi Jamil mengatakan Sekretaris Penerangan Provinsi Partai Nasional Awami (ANP) Haroon Bilour termasuk di antara orang yang tewas dalam serangan bunuh diri itu.

Baca juga : Pertempuran Pecah Antara Tentara India dan Milisi Kashmir

Seorang pembom bunuh diri meledakkan rompi peledaknya ketika Haroon Bilour bertemu dengan pekerja partai dalam satu pertemuan terbuka di Daerah Yakatoot, Peshawar --Ibu Kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di bagian barat-laut Pakistan, kata perwira polisi tersebut.

Pembom itu bisa mendekati politikus yang tewas tersebut ketika para pekerja partai merayakan kedatangannya dengan kembang api.

Baca juga : Sebanyak 75 Gerilyawan Terbunuh di Afghanistan

Polisi, pasukan keamanan dan tim pertolongan bergegas ke lokasi ledakan dan membawa jenazah serta korban cedera ke Lady Reading Hospital.

Regu Penjinak Bom dari kepolisian setempat mengatakan sebanyak delapan sampai 10 kilogram peledak selain satu kilogram pelor digunakan dalam serangan itu.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan tersebut.

Bashir Bilour, ayah Haroon Bilour dan pemimpin senior ANP, juga tewas dalam ledakan bunuh diri selama kampanye pemilihan umum di Peshawar pada 2012.

Haroon Bilour mencalonkan diri untuk menjadi anggota Majelis Provinsi PK-78 dalam pemilihan umum 25 Juli di negeri itu.

ANP adalah partai nasionalis Pashtun dri Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, dan memiliki wakil di Majelis Provinsi, serta di Majelis Tinggi dan Majelis Rendah Parlemen di negeri tersebut.

Para pemimpin partai politik utama mengutuk serangan itu dan mendesak pemerintah menjamin keamanan politisi yang bersaing dalam pemilihan umum.

Kepala Komisi Pemilihan Umum Pakistan mengatakan itu adalah persekongkolan untuk menggangu proses bagi pemilihan umum yang bebas dan adil.

(Imam Rusadi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar