Betapa Beruntung Menjadi Anak Henry Yosodiningrat 

Rabu, 11 April 2018 19:04 WIB
Betapa Beruntung Menjadi Anak Henry Yosodiningrat 

Henry Yosodiningrat/Net

LBH Masyarakat mendukung sikap polisi yang memulangkan anak Henry Yosodiningrat, seorang anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan, setelah anak tersebut ditemukan positif mengonsumsi narkotika. Menurut Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat, Yohan Misero, lembaganya mendukung upaya pemulihan ketergantungan pemakai narkotika bagi siapapun.

Baca juga : Lalin Dialihkan, Jalan MH Thamrin-Sudirman Tutup Pukul 17.00 WIB

Namun, kata dia, sikap polisi tersebut semestinya tidak hanya berlaku untuk orang yang memiliki kekuatan politik saja. Melainkan diterapkan secara adil untuk semua lapisan masyarakat yang lain. 

"Data dari Kemenkumham sendiri memperlihatkan setidaknya ada 28.123 pemakai narkotika yang ada di dalam penjara hingga Maret 2018. Angka sebesar itu saja ternyata belum memasukkan 12 Kanwil yang belum melapor juga pemakai narkotika yang secara keliru diputus pengadilan sebagai bandar," jelas Yohan Misero dalam rilis yang diterima law-justice.co, Rabu (11/4).

Baca juga : Kado Natal, Polda Metro Buka Layanan SIM Keliling di Gereja

Sebaliknya menurut Yohan, Henry Yosodiningrat beberapa kali secara terbuka menunjukan dukungannya pada pemenjaraan bagi pemakai narkotika. Termasuk pemenjaraan bagi mereka yang baru mencoba atau hanya sekali-sekali menggunakan.

"Permasalahan ketergantungan atau pemakaian narkotika tidaklah cocok diselesaikan dengan penegakan hukum. Penegakan hukum hanya menghabiskan anggaran dan memenuhi penjara. Padahal infrastruktur penegakan hukum kita dibutuhkan untuk perkara-perkara lain yang jauh lebih penting: pengungkapan kasus korupsi dan penyelesaian kasus Novel Baswedan misalnya," tambahnya.

Baca juga : Polsek Ciracas Dibakar, 7 Tahanan Dievakuasi ke Polda Metro Jaya

Yohan menambahkan kasus ini merupakan momentum yang baik untuk menghilangkan ketentuan terkait narkotika dari RKUHP karena akan menghambat program rehabilitasi. Ia juga mengusulkan agar merevisi UU Narkotika yang memuat ketentuan dekriminalisasi guna menjamin pemenuhan hak atas kesehatan bagi pemakai narkotika, karena penjara bukan solusi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memulangkan anak Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat usai menjalani pemeriksaan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Senin (9/4/2018). Berdasarkan tes urine, anak kedua Henry Yosodiningrat atau Yoso, positif menggunakan narkotika.

Juru bicara Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan polisi hanya memfasilitasi Yoso yang meminta anaknya untuk diperiksa. Meski positif memakai narkotika, menurut Argo, polisi tidak menemukan barang bukti berupa narkotika saat memeriksa anak Yoso.

(Sasmito Madrim\Sasmito Madrim)
Share:


Berita Terkait

Komentar