Aktivis Bulungan Protes, Pemprov DKI Rombak Ruang Terbuka Atlit Jadi Ruang Bisnis

Senin, 11 Juni 2018 23:24 WIB
Aktivis Bulungan Protes,  Pemprov DKI Rombak Ruang Terbuka Atlit Jadi Ruang Bisnis

Tampak Depan GOR Bulungan, Jaksel. Foto: Istimewa

Aktivis Bulungan menyatakan penolakan terkait rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan merubah ruang terbuka untuk pemanasan atlit menjadi ruang bisnis (kantin), penolakan ini mencuat setelah kabar soal perombakan Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan itu dikritisi para aktivis.

Baca juga : Jokowi: Asian Games Beri Energi Perjuangan Palestina

Sumber law-justice.co memaparkan sejumlah data yang diperoleh setelah para aktivis berbicara dengan pengurus Gelanggang Remaja Bulungan, dalam perbincangan itu diketahui area samping belakang GOR yang biasanya digunakan para atlit untuk pemanasan ketika akan bertanding akan segera dibangun kantin atau pusat kuliner dan perombakan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan ASIAN Games 2018.

Para aktivis mempertanyakan kebijakan yang dinilai kontradiktif, kenapa untuk kepentingan ASIAN Games 2018 yang notabene adalah pesta olahraga pihak Gelanggang justru membangun kantin dan mengorbankan ruang atlit, jika melihat denah gambar yang diperoleh para aktivis, kantin yang akan dibangun tersebut membabat habis ruang terbuka yang tinggal satu-satunya itu.

Baca juga : Amnesty Internasional: 77 Orang Tewas Ditembak Jelang Asian Games

Dari penulusuran law-justice.co, GOR bulungan memang digunakan menjadi tempat pertandingan bertaraf nasional dan internasional, khusus nya Basket dan Bola Volly dan juga Pertandingan olahraga Bela Diri.

Sejumlah sumber juga menyebut, jika ada event atau pertandingan ruang untuk atlit melakukan pemanasan masih kurang, kadang sebagian dari mereka menggunakan lahan parkir.

Baca juga : Di Hari Kedua Asian Games, Indonesia Hadapi Hongkong di Cabang Sepak Bola

Apalagi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dalam sejumlah pemberitaan menyebut "GOR Bulungan siap dipakai Asian Games", jika demikian mau dimana para atlit tersebut ditaruh, pra dan usai pertandingan.

Dari hasil wawancara terkuak beberapa informasi, salah satunya adalah informasi terkait ide membangun kantin tersebut berasal dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, bahkan dalam sebuah pertemuan yang khusus membahas terkait perombakan tersebut, Sandi menyebut "atlit bisa pemanasan di lahan Parkir". "ini kebijakan dari atas saya cuma bisa apa, ketika ditanya nanti atlit pemanasan dimana, kata Sandi bisa pemanasan di tempat parkir" kata Kepala Gelanggang, ketika bertemu dengan sejumlah aktivis, papar Ade perwakilan aktivis bulungan, bertutur kepada law-justice.co, Senin malam (11/6).

Sampai berita ini diturunkan perwakilan aktivis masih mempertanyakan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana perombakan GOR Bulungan, informasi terakhir yang kami peroleh, Pembangunan kantin melibatkan Pihak Swasta dalam bentuk Donasi, kantin tersebut diembel-embeli dengan merk sebuah produk. "Sedangkan itu ruang terbuka hijau, yang mana lagi di tenderkan oleh gelanggang untuk kantin yang sifatnya permanen bahkan menghilangkan beberapa pohon besar disekitar ruang terbuka, kenapa kantin yang lama saja tidak diperbaikinya, kenapa harus di proyekan!" tukas Ade

Aktivis bulungan meminta pembangunan kantin yang merusak ruang terbuka atlit tersebut dibatalkan atau dikaji ulang, pasalnya selain untuk atlit yang akan bertanding, ruang terbuka tersebut memang masih digunakan sebagai tempat berlatih para remaja dalam berbagai bidang olahraga, budaya, maupun kesenian, mulai dari cheers Leader, Teater, musik, dan bela diri (Silat Setia Hati), Muaithai dan berbagai kegiatan yang positif termasuk organisasi Pecinta Alam "Tramp" yang berdiri sejak tahun 1975 dan bermarkas di GOR Bulungan, ada juga Olahraga bawah air (Selam) yang tergabung di Blue Ring Dive .

Para aktivis berpendapat, untuk merombak atau membangun seharusnya disesuaikan dengan karakter dan kesejarahan serta fungsi utama GOR itu sendiri. Mereka mengaku sudah berusaha menawarkan solusi sekaligus konsep yang jauh lebih baik daripada usulan Pemprov DKI ketika berdiskusi dengan Kepala Gelanggang.

"Duduk bersama dan urun rembuk masih menjadi tawaran utama kami, agar GOR bulungan tetap bisa mendukung kelancaran ASIAN Games tanpa merusak atau menghilangkan unsur-unsur utama yang menjadi jantung GOR bulungan" tukas Ade.   

Banyak Kegiatan yang terus berjalan di GOR bulungan memang sejalan dengan asal muasal dan visi GOR bulungan, yang idenya dicetuskan dan dibangun oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.  

Untuk diketahui, GOR Bulungan selama ini dikenal sebagai Gelanggang Remaja dia adalah ruang atau tempat yang biasanya dipakai para remaja untuk memanfaatkan waktu luang dengan melakukan berbagai kegiatan yang berguna bagi aktualisasi remaja yang positif.

Disamping itu keberadaan gelanggang remaja juga bisa menjadi pemusatan aktivitas remaja dalam menampung dan menyalurkan minat serta bakat para remaja dengan memanfaatkan fasilitas Gelanggang Remaja untuk kegiatan rutin maupun insidentil yang diharapkan dapat menghasilkan remaja yang mandiri dan berguna terutama bidang kegiatan olahraga dan seni budaya,

Asal Muasal keberadaan Gelanggang Remaja berawal dari ide awal pembangunan komplek Gelanggang Remaja Bulungan yang dipelopori langsung oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin, Pembangunan komplek gelanggang remaja itu dimulai pada tanggal 25 Juni 1969 dan peresmiannya dilakukan pada tanggal 16 April 1970 oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Inilah Gelanggang Remaja pertama yang didirikan di Jakarta sekaligus di Indonesia.

Tujuan pembangunan Gelanggang Remaja ini berfungsi untuk menunjang aktifitas remaja dengan berbagai fasilitas penunjang yang telah disediakan di gelanggang remaja bulungan, seperti sarana kegiatan umum, unit gedung olahraga dan unit kolam renang. Penyediaan sarana ini dimaksudkan agar para remaja dapat memelopori pengeksplorasian masa depan di bidang seni, budaya, dan olahraga. Untuk itu gelanggang remaja juga dilengkapi dengan bengkel kerja, auditorium, panggung, dan perpustakaan. Sehingga melalui berbagai sarana dan prasarana yang disediakan.

Akhirnya banyak remaja-remaja berprestasi bermunculan dan dilahirkan melalui keberadaan gelanggang remaja ini. Mengingat fungsinya bermakna positif, maka kemudian banyak gelanggang remaja tingkat kecamatan didirikan di seluruh wilayah Jakarta bahkan di berbagai daerah di Indonesia.

 

(bap79\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar