Riset: Pembayaran Daring Pengaruhi Keterisian Pusat Perbelanjaan

Kamis, 11 Oktober 2018 11:24 WIB
Riset: Pembayaran Daring Pengaruhi Keterisian Pusat Perbelanjaan

Riset, Pembayaran Daring Pengaruhi Keterisian Pusat Perbelanjaan (foto: kontan.com)

Pembayaran secara daring (mobile/online payment) menjadi salah satu faktor tingkat keterisian pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia. Hal itu salah satu dari empat faktor yang memengaruhi tingkat keterisian pusat perbelanjaan yang seluruhnya merupakan dampak dari penggunaan teknologi.

Baca juga : Riset: 84 Persen Orang Tertekan Jika Tersesat Tanpa Terkoneksi Internet

"Sejumlah pembayaran online seperti OVO, Go-pay, Telkomsel T-Cash, dan lainnya memberikan penawaran menarik di pasar ritel atau pusat perbelanjaan. Tenant makanan dan minuman termasuk yang banyak dikunjungi," kata James Head of Research lembaga konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL), James Taylor, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/10) seperti dikutip Antara.

James menjelaskan bahwa tingkat permintaan pasar ritel dalam bisnis properti masih cukup kuat dengan pengunjung yang umumnya dari kalangan milenials, dan keluarga.

Baca juga : Riset : Banyak UKM Berbisnis Lewat Facebook

Tipe gerai yang masih memiliki permintaan tinggi masih didominasi oleh sektor makanan dan minum (FnB), fesyen, serta hiburan seperti bioskop dan ruang bermain anak.

Selain karena pembayaran online, maraknya transaksi daring atau e-commerce membuat adanya persaingan terhadap pusat perbelanjaan dan specialty store.

Baca juga : Riset: 84 Persen Wanita Indonesia Merasa Tak Cantik

Meski demikian, pusat perbelanjaan bagi sebagian masyarakat masih memiliki daya tarik karena menjadi gaya hidup, memberi kenyamanan dan pengalaman.

Ruang kolaboratif atau co-working space yang kini juga berlokasi di dalam pusat perbelanjaan turut berpengaruh pada tingkat pengunjung.

Faktor terakhir, menurut James, tentu media sosial yang memberi andil pada peningkatan atau penurunan pengunjung di suatu tenant.

"Media sosial dapat membuat pengunjung meningkat atau justru menurun karena review," kata James.

(Imam Rusadi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar