Nasrudin Joha, pengamat politik

Gelar Pasukan di Monas, OPM Bantai 31 Tewas dan Negara Kalah Lawan Teroris

Kamis, 06 Desember 2018 10:30 WIB
Gelar Pasukan di Monas, OPM Bantai 31 Tewas dan Negara Kalah Lawan Teroris

Pasukan TNI, Foto: Puspen TNI

Setelah TNI & Polri apel siaga bersama di Monas secara besar-besaran, bahkan dengan memamerkan alutsita pada ajang gelaran, unjuk gigi menjelang reuni 212. Selang hanya beberapa hari saja TNI Polri ditampar teroris OPM. 

Baca juga : Pakar Hukum Nilai Penembakan di Nduga, Papua Murni Kriminal

Fungsi TNI sebagai alat pertahanan negara nyaris tumpul, 31 rakyat sipil pekerja Istaka Karya tewas dibantai teroris OPM. Bahkan, sejumlah anggota TNI ikut gugur oleh serangan berdarah yang dilancarkan teroris OPM.

Polri dengan pasukan elit anti teror densus 88 juga bungkam, tidak ada satu patah katapun dari pimpinan Polri yang memberi perintah kepada densus 88 untuk kejar dan tangkap teroris OPM, hidup atau mati. 

Baca juga : Baku Tembak dengan KKB, 2 Anggota TNI Terluka

Berbeda sikap, jika kejahatan itu 'masih diduga' dilakukan elemen umat Islam. Baru berstatus 'terduga' densus sudah memburu dan menangkapnya, bahkan ada yang tewas dalam perburuan. Proses perburuan pun mempertontonkan kezaliman yang akut, bahkan tidak memberi penghargaan pada fasilitas ibadah umat Islam. Sampai-sampai, Al Qur'an pun dijadikan barang bukti untuk melegitimasi perburuan.

Ini teroris OPM, bukan diduga, tetapi telah nyata membantai rakyat sipil dan anggota militer, merusak fasilitas publik, menebar teror ke seantero penjuru negeri, secara terbuka menyatakan motif ingin merdeka dari NKRI, bahkan beberapa kali secara formal mengirim surat kepada otoritas NKRI, dimana posisi negara? 

Baca juga : Polda Papua Bentuk Tim Khusus Kejar KKB

Bukanlah negara berkewajiban menjaga setiap jengkal tanah dan setiap tetes darah rakyatnya? Ini di Papua sudah banjir darah! Jokowi cuma instruksikan untuk mengecek, memang Jokowi berfungsi sebagai jurnalis? Tidak punya data dan laporan lengkap? 

Atau tidak tahu santernya kabar 31 rakyatnya tewas dibantai teroris OPM dan sibuk nyanyi 'JAENUDIN NACIRO'. Bukan rakyat sipil saja, bahkan tentara sudah menjadi korban! 

Apakah tentara dan polisi yang digaji rakyat justru digunakan hanya untuk menakut-naluri rakyat? Gagah-gagahan didepan muka rakyat? 
Bukankah tugas negara menjaga keamanan dan ketertiban? Papua tidak aman Bung! Bahkan, teroris OPM Papua benar-benar menusuk dua jantung. Jantung opini di Surabaya dengan menggelar unjuk rasa untuk merdeka, jantung fisik di Papua dengan membua teror yang menewaskan 31 pekerja Istaka karya. Kurang apa lagi? 

Lantas, ketika kritik tajam dan keras dilayangkan rakyat, para penjilat kekuasaan minta bersabar? Meminta rakyat turun ke Papua sendiri? Rakyat hanya bisa bicara, dan telah menggaji polisi dan tentara untuk melindungi rakyat, buat apa rakyat bayar pajak jika ada ancaman keamanan diminta terjun sendiri?

Dikecualikan Banser, Banser adalah alat kekuasaan kelima, benteng dan penjaga NKRI. Sebelum densus dan tentara dikirim, sebaiknya kirim dulu Banser ke Papua. Kita uji, latihan fisik dan kebal Banser apa punya daya menghadapi teroris OPM. Biar tidak sibuk bubarin pengajian, ada baiknya Banser disibukkan untuk memerangi teroris OPM.

 Sedih sekali bangsa ini, berulangkali di hina oleh teroris OPM negara diam. Bahkan hanya menyebut teroris OPM sebagai KKB, KKSB, mungkin Kedepan teroris OPM disebut KB (keluarga besar).

KB OPM terus membesar dan semakin ngelunjak, karena negara diam dan kalah dibawah ancaman teroris OPM. 

Lantas buat apa tentara itu? Buat apa Densus 88 itu? Buat apa alutsita itu? Buat melindungi rakyat? Atau menakut-nakuti rakyat? Untuk alat penjaga keamanan dan kedaulatan negara, atau alat kekuasaan?

Ingatlah wahai penguasa! Kami terus mengawasi pekerjaan Anda, kami majikan Anda, kami yang menggaji Anda, kami yang memberi mandat kepada Anda. Jika Anda khianat terhadap urusan kami, maka kami akan cabut mandat dan menyatakan berlepas diri dari Anda.

(Marselinus Gual\Marselinus Gual)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Baku Tembak dengan KKB, 2 Anggota TNI Terluka

Polda Papua Bentuk Tim Khusus Kejar KKB

Komentar